Mutiara Hadist

" Sesungguhnya Allah SWT. berfirman pada hari kiamat : Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku ? hari ini akan Aku naungi ( tolong ) mereka, dimana tidak ada naungan ( pertolongan ) yang lain selain dari-Ku. " ( HR. Muslim )

Sponsors

Promo




Kamis, 05 Juli 2007

Kemenangan Pertama Indonesia di Piala Asia ( 2004 )

JAKARTA-Indonesia membuat kejutan dalam Piala Asia 2004 di China, dengan menumbangkan Qatar 2-1 pada penampilan perdananya di Grup A. Kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Buruh, Beijing itu, membuat Agung Setyabudi dan kawan-kawan untuk sementara memimpin Grup A. Urutan kedua dan ketiga ditempati tuan rumah dan Bahrain, yang sehari sebelumnya bermain imbang 2-2.

Keberhasilan mengalahkan anak-anak asuhan Philippe Troussier itu juga membuat Pasukan Merah Putih berhasil mengukir sejarah baru sepanjang keikutsertaan mereka di kejuaraan empat tahunan tersebut. Dalam dua putaran final Piala Asia sebelumnya, Indonesia belum pernah menang.

Pada kejuaraan 1996 yang berlangsung di Uni Emirat Arab, PSSI hanya mencatat satu kali seri dalam tiga pertandingan di Grup A, 2-2 melawan Kuwait. Sisanya kalah 2-4 dari Korea Selatan dan 0-2 dari UEA, membuat mereka menghuni posisi juru kunci grup.

Empat tahun kemudian di Lebanon, Bima Sakti dkk juga hanya mencatat satu hasil imbang melawan Kuwait (0-0), dari tiga penampilan. Posisi juru kunci grup kembali didapat, karena harus mengakui keunggulan China 0-4 dan Korea Selatan 0-3.

Kemenangan baru didapat kali ini, ketika timnas ditangani Ivan Venkov Kolev. Nilai penuh didapat setelah mereka tampil percaya diri. Para pemain memang dijanjikan bonus bila mampu mencatat sejarah baru di Piala Asia.

Tetapi, menurut Asisten Manajer HB Bahreizy Gozali, bukan semata-mata bonus yang membuat timnya mampu mencatat hasil mengesankan dalam kiprah awalnya. ''Mereka ingin membuktikan bisa main bola yang benar,'' tuturnya.

Semangat para pemain memang menggelora, karena Indonesia menjadi underdog dalam turnamen ini. ''Itu justru menjadi pemacu,'' tambah mantan Manajer Umum PSIS Semarang tersebut.

Tiga Penyerang

Menghadapi Qatar, Kolev yang mantan pelatih timnas U-21 Bulgaria, memasang tiga ujung tombak sekaligus. Strategi ini mampu merepotkan pertahanan lawan.

Pergerakan trio penyerang, Elie Aiboy, Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas terlihat padu dalam pertandingan yang hanya disaksikan 1.000 penonton itu. Sejumlah suporter Indonesia yang diikoordinasikan oleh KBRI mengisi tempat duduk di stadion berkapasitas 66.000 orang itu.

Pada menit ke-25, manuver Elie di depan kotak penalti melahirkan umpan bagi Budi Sudarsono yang berada di depannya. Dengan sedikit sontekan ia mampu melewati adangan kiper Abdulaziz Ali, untuk membuat timnya memimpin 1-0.

Setelah tertinggal, Qatar langsung meningkatkan serangannya. Dengan gencarnya, mereka berkali-kali melepaskan umpan-umpan diagonal yang terarah ke kotak penalti.

Namun, upaya-upaya itu mampu dipatahkan barisan belakang Indonesia. Terlebih, kiper Hendro Kartiko juga tampil cemerlang.

Penjaga gawang asal Persebaya ini bermain tenang. Berulang kali dia berhasil mengantisipasi tendangan-tendangan lawan.

Pada babak kedua, ketika pertandingan baru berjalan tiga menit, Indonesia berhasil menambah satu gol lagi melalui tendangan keras Ponaryo Astaman. Gelandang PSM Makassar ini berhasil mengarahkan bola ke sasaran, sekalipun ditempel ketat seorang pemain lawan. Bola tepat melewati kiper yang posisinya terlalu maju.

Sebenarnya, sisi sayap pada belakang Indonesia masih sering mudah ditembus. Tetapi begitu bola mendarat di kotak penalti, trio Warsidi, Hari Saputra, dan Firmansyah siap menghalaunya. Selain itu, tiga gelandang secara bergantian juga ikut membantu pertahanan jika diserang.

Keluarnya Alexander Pulalo pada sepuluh menit terakhir membuat sisi kanan barisan belakang makin berlubang. Masuknya bek muda Hamka Hamzah masih belum mampu menutup celah itu. Akhirnya di menit ke-83, Qatar berhasil menipiskan ketinggalan.

Megid Mohamed dengan cerdik mengirim umpan ke kawannya yang berdiri bebas di sebelah kanan. Megid langsung berlari ke dalam kotak penalti begitu bola dikirim kembali ke tengah. Dia mampu menceploskan bola ke gawang Hendro.

Hingga peluit panjang berbunyi kedudukan tetap 2-1, sekalipun saat injury time Qatar memperoleh tiga peluang beruntun.

sumber dari www.suaramerdeka.com

2 komentar:

Shopping Blog mengatakan...

Before finding out about links of london uk watches you should be familiar with some of the terminology. cheap links of london The word horology has two meanings; it is the study or science of measuring time links london jewellery or the art of making clocks, watches, and devices for telling links of london sale time.Since the first appearance of man on the earth an effort has links of london silver been made to determine time.The tracking of the sun's movement across discount links of london the sky, candles that were marked at intervals.

redy mengatakan...

tetep maju garudaku...

Iklan