BannerFans.com

Mutiara Hadist

" Sesungguhnya Allah SWT. berfirman pada hari kiamat : Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku ? hari ini akan Aku naungi ( tolong ) mereka, dimana tidak ada naungan ( pertolongan ) yang lain selain dari-Ku. " ( HR. Muslim )

Sponsors

Promo




Jumat, 03 Agustus 2007

Mengenang Pertempuran Laut Aru

Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat, yang merenggut nyawa Komodor Yos Sudarso dan banyak anggota TNI-AL di Kepulauan Aru, 15 Januari 1962, sempat menjadi lembaran kelam sejarah angkatan bersenjata kita.

Pertempuran Laut Aru pecah pada tanggal 15 Januari 1962, ketika 3 kapal milik Indonesia yaitu KRI Macan Kumbang, KRI Macan Tutul yang membawa Komodor Yos Sudarso, dan KRI Harimau yang dinaiki Kolonel Sudomo, Kolonel Mursyid, dan Kapten Tondomulyo, berpatroli pada posisi 04-49° S dan 135-02° T. Menjelang pukul 21.00, Kolonel Mursyid melihat tanda di radar bahwa di depan lintasan 3 kapal itu, terdapat 2 kapal di sebelah kanan dan sebelah kiri. Tanda itu tidak bergerak, dimana berarti kapal itu sedang berhenti. 3 KRI melanjutkan laju mereka, tiba-tiba suara pesawat jenis Neptune yang sedang mendekat terdengar dan menghujani KRI itu dengan bom dan peluru yang tergantung pada parasut. Selain itu, 3 kapal belanda yang lain telah menunggu kedatangan KRI.

Kapal Belanda menembakan tembakan peringatan yang jatuh di dekat KRI Harimau. Kolonel Sudomo memerintahkan untuk memberikan tembakan balasan, namun tidak mengenai sasaran. Akhirnya, Yos Sudarso memerintahkan untuk mundur. Namun, kendali KRI Macan Tutul macet, sehingga kapal itu terus membelok ke kanan, sehingga kapal Belanda mengira itu merupakan manuver berputar untuk menyerang, sehingga kapal itu langsung menembaki KRI Macan Tutul. Komodor Yos Sudarso gugur pada pertempuran ini setelah menyerukan pesan terakhirnya yang terkenal, "Kobarkan semangat pertempuran".

Bagian dari Komando Trikora

Pertempuran Laut Aru merupakan bagian dari Komando Trikora yang diserukan Presiden RI Soekarno pada tahun 1961 yang berisi :

1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.

Usaha Pembebasan Irian Barat merupakan masa dua tahun di mana Indonesia berusaha merebut Irian Barat dari tangan Belanda dan sekutu, dimana Indonesia didukung oleh anggota-anggota KAA.

Pada tanggal 19 desember 1961, Presiden Indonesia, Soekarno mengumumkan Trikora ( Tri Komando Rakyat ) di alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala, di mana Mayjen Soeharto diangkat sebagai Panglima Komando Mandala, dan tugas komando mandala adalah untuk merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk merebut kembali Irian Barat.

dari berbagai sumber

Iklan