Mutiara Hadist

" Sesungguhnya Allah SWT. berfirman pada hari kiamat : Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku ? hari ini akan Aku naungi ( tolong ) mereka, dimana tidak ada naungan ( pertolongan ) yang lain selain dari-Ku. " ( HR. Muslim )

Sponsors

Promo




Kamis, 15 November 2007

Musik Indonesia, dari Koes Plus Sampai Sekarang

Sulit bagi kita untuk membayangkan perjalanan musik Indonesia tanpa membicarakan Koes Plus. Koes Plus adalah kelompok musik paling legendaris di Indonesia, puluhan bahkan ratusan lagu diciptakan kelompok musik ini, mulai dari lagu berirama pop, melayu, dangdut, anak-anak, keroncong, folk song hingga rock. Lagu - lagu mereka bukan lagu - lagu yang bertipe rumit seperti lagu-lagu dari group rock Genesis, Deep Purple ataupun Queen serta Pink Flyod, lagu mereka adalah lagu yang gampang dicerna, gampang dimainkan serta gampang diingat lirik-liriknya.

Ciri khasnya adalah perpaduan dua vokalis mereka yaitu Yon dan Yok yang khas dan susah ditiru, dan kita masih ingat sekali lagu-lagu mereka sampai saat ini terlah berulangkali dibawakan penyanyi lain dengan berbagai aransemen seperti lagu Cintamu Telah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh almarhum Chrisye, Manis dan Sayang yang dibawakan kelompok Kahitna dan masih banyak yang lainnya.

Group - group lain yang seangkatan dengan Koes Plus seperti Panbers, Favourites, Mercy's, D'Llyod menjadikan Koes Puls sebagai kiblat. Apapun yang dilakukan Koes Plus, selalu diikuti oleh mereka.

Tapi perjalanan Koes Plus tidak selalu sukses, saat Presiden Republik Indonesia yang pertama Bung Karno berkuasa, Koes Plus sempat merasakan hidup di penjara karena pada saat itu Bung Karno sedang getol-getolnya membangun semangat nasionalisme, sehingga musik Koes Plus yang merupakan musik dari Barat tidak mendapatkan tempat di Bumi Pertiwi ini.

Sampai saat ini, siapa yang tidak tahu lagu-lagu mereka seperti Bis Sekolah, Kapan-kapan, Muda-mudi, Kolam Susu hingga Nusantara. Dan karena banyak jasanya dalam pengembangan musik, masyarakat memberikan penghargaan terhadap prestasinya menjadi kelompok legendaris dengan diberikannya penghargaan " Legend BASF Award " pada tahun 1992. Prestasi yang dimilikinya disamping pengabdiannya dibidang seni sudah cukup lama, produk hasil ciptaan lagunya pun juga luar biasa karena sejak tahun 1960 sampai dengan sekarang berhasil menciptakan 953 lagu yang terhimpun dalam 89 Album, yang dibagi dua periode yanitu periode Koes Bersaudara sebanyak 203, sedangkan untuk periode kelompok Koes Plus sebanyak 750 lagu dalam 72 Album ( Kompas, 13 September 2001 ).

Selain yang sudah disebut diatas tadi, perjalanan musik Indonesia juga diwarnai oleh berbagai aliran musik, pop yang dipelopori Koes Plus, juga kita tidak bisa berpaling ke aliran musik rock. Kita tahu kelompok Clover Leaf, God Bless, AKA, SAS, Giant Step, Rollies, dan masih banyak yang lainnya.

Walau tidak banyak merilis album, God Bless, dianggap merupakan legenda group musik rock Indonesia karena dianggap sebagai pelopor yang memiliki kualitas bermusik tinggi. Sepanjang perjalanannya, grup ini mengalami 15 kali lebih pergantian personil yang disebut sebagai 'formasi', dan saat ini tinggal Ahmad Albar ( vokal), Ian Antono (gitar), dan Donny Fatah Gagola (bass) yang masih dapat dikatakan sebagai personil aktif grup.

Dasawarsa 1970 - an bisa dianggap sebagai tahun-tahun kejayaan mereka. Salah satu bukti nama besar mereka adalah sewaktu God Bless dipilih sebagai pembuka konser grup musik rock legendaris dunia, Deep Purple di Jakarta ( 1975 ).

Kelompok lain yang mewarnai khasanah musik Indonesia adalah The Rollies, yang merupakan sebuah band brass rock Indonesia yang dibentuk di Bandung pada tahun 1967 dan sempat populer di era 60-an sampai dengan awal 80-an. Para personilnya antara lain terdiri dari Gito Rollies, Deddy Stanzah, Utje F. Tekol, Jimmy Manoppo, Benny Likumahuwa, Delly Rollies, Bonny Rollies, Zulian Iskandar, Didit Maruto, Marwan dan Iwan Krisnawan.

Menginjak periode tahun 1980-an, kelompok - kelompok musik makin banyak seperti Edane, Jam Rock ( yang berganti nama menjadi Jamrud ), Grass Rock, Power Metal, Makara, Sahara, Slank dll dari aliran rock, sementara Kahitna, Java Jive dll yang mewakili pop.

Tahun 1990-an lahir Dewa, Padi, Netral, Gigi hingga Samsons, Naff, Naif, Andra & The Backbone, Cokelat, Caffeine, Radja, Peterpan, The Titans dan masih banyak yang lainnya yang lahir menjelang tahun 2000-an.

Namun jangan dilupakan kelompok Krakatau, Karimata, Black Fantasy, yang mewakili kelompok musik jazz dengan para pelopornya seperti Indra Lesmana, Chandra Darusman, Jack Lesmana, Bubi Chen, dan nama-nama besar lainnya seperti Ireng Maulana, Dwiki Darmawan, Pra Budi Dharma. Nah kalau diurutkan rasanya tidak akan habis mengupasnya.

3 komentar:

mitora in life mengatakan...

mantabh, ternyata si bapak bener2 mengakrabi dunia musik indonesia :)

setra mengatakan...

pecinta duo kribo bpk ini :)

http://gitarprinsip.com

setra mengatakan...

he2x maaf saya salah posting harusnya diroom sebelah (kok bs y?). temanya sama musik tempo dulu.

klo diurutkan dari kronologinya memang banyak bgt, itu belum termasuk musik perjuangan seperti ismail marzuki, wr supratman dll, mereka muncul sebelum ada industri musik. dg bgitu memang indonesia ini sebenarnya kaya akan musisi2x bagus. Coba klo koesplus dikenal internasional, prediksinya pasti heboh kan?


http://gitarprinsip.com

Iklan