Mutiara Hadist

" Sesungguhnya Allah SWT. berfirman pada hari kiamat : Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku ? hari ini akan Aku naungi ( tolong ) mereka, dimana tidak ada naungan ( pertolongan ) yang lain selain dari-Ku. " ( HR. Muslim )

My Project

Tailor-made Logo Design at 99designs

Sponsors

Promo




Kamis, 19 Juli 2007

Indonesia - Korea Selatan, 18 Juli 2007

Foto : Bambang Pamungkas memeluk Richardo Salampessy yang kecewa karena Indonesia gagal maju keperempat final setelah dikalahkan Korea Selatan 0-1, pada pertandingan terakhir Grup D Piala Asia 2007, di Gelora Bung Karno, sementara Elie Aiboy tertuntuk lesu. ( Foto dok : media indonesia )

Perjuangan pasukan Merah Putih dipentas Piala Asia 2007 yang digelar sejak 7 juli lalu telah berakhir setelah dikalahkan Ksatria Taeguk Korea Selatan 0-1, tapi perjalanan pasukan Ivan Venkov Kolev ini sangat pantas mendapatkan pujian, karena selain memperlihatkan teknik bermain bola yang sudah cukup baik juga menunjukkan semangat juang yang sangat tinggi pantang menyerah ketika melawan musuh-musuhnya yang diatas kertas dan secara realitas memang lebih baik.

Siapa yang tak kenal Son Of The Desert Arab Saudi yang telah malang melintang di persepakbolaan dunia, siapa yang tak mengetahui Taeguk Warriors Korea Selatan yang selalu menjadi macannya Asia dan siapa yang tak mengakui keunggulan Bahrain dari anak-anak Merah Putih ketika berlaga di Piala Asia 2004 lalu dengan skor telak 3-1. Namun semua itu ternyata tidak membuat nyali menjadi ciut bagi Pasukan Garuda, mereka bertanding bak benteng ketaton, mereka bertanding bagaikan Burung Garuda yang meliuk-liuk menyambar musuh-musuhnya, Bahrain dipertandingan pertama dihajar 2-1, Arab Saudi harus berjuang sampai menit akhir untuk menaklukan Pasukan Merah Putih 1-2, sedangkan Korea Selatan hanya mampu menang tipis 0-1 dari Bambang Pamungkas dkk.

Foto : Firman Utina meliuk-liuk mencoba melewati barisan pemain Korea Selatan yang posturnya lebih tinggi pada pertandingan Grup D Piala Asia 2007 di Gelora Bung Karno ( 10/7 ). Indonesia kalah 0-1. ( foto dok : antara )

Sejarah untuk maju ke babak perempat final memang tidak tercipta, namun sejarah lain telah tercatat yaitu betapa melimpahnya dukungan suporter Garuda terhadap perjuangan pemainnya di atas lapangan, mereka rela berdesak-desakan, mereka rela antri dari pagi hanya untuk memperolah tiket pertandingan agar bisa mendukung Bambang Pamungkas dkk secara langsung. Merekapun siap mati dilapangan demi menyaksikan tim Merah Putih berjaya, dari orang nomor satu di negeri ini sampai para petugas parkir, berbaur menjadi satu meneriakkan yel-yel " Indonesia............Indonesia........". Ketika Pasukan Merah Putih kalahpun, mereka tetap mendukung, mereka tetap memberikan penghormatan, mereka telah menjadi satu hanya untuk mendukung dan membela kebesaran Indonesia, penonton dan suporter Indonesia semakin dewasa.

Foto : Suporter Indonesia dengan semangat sedang beraksi memberikan dukungan pada para pemain Indonesia yang tengah berjuang di tangah lapangan pada pertandingan antara Indonesia vs Korea Selatan pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup D Piala Asia 2007 di Gelora Bung Karno ( 10/7 ). Walapun Indonesia akhirnya kalah, para suporter Indonesia tetap bisa berlaku tertib dan mereka bisa menerima kekalahan dengan lapang dada. ( fot dok : jawapos ).

Dan sekarang, saatnya bagi kita untuk bangkit untuk menciptakan sejarah lainnya yaitu membuat sepakbola kita bisa berbicara banyak di dunia, yang terdekat adalah SEA Games yang digelar di Thailand pada akhir tahun ini, tunjukkan bahwa kita memang telah bangkit !!

Iklan